Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Maret 2010

tahu gejrot di kota metropolitan

Jakarta - Kini tak sulit mencari tahu gejrot di Jakarta. Tak hanya namanya yang unik, tahu goreng yang dipotong-potong dan diguyur kuah sambal kecoklatan yang rasanya pedas dan gurih ini benar-benar poll enaknya. Jangan heran kalau seporsi saja tak pernah cukup!

Salah satu makanan khas orang Cirebon ini memiliki nama yang cukup unik yaitu tahu gejrot. Meskipun tak jelas darimana asal mula nama tersebut bermula tetapi berkat rasanya yang enak dan khas membuatnya cukup populer. Tak hanya di Cirebon sana melainkan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Yang menjadikan tahu gejrot merupakan makanan yang unik dan disukai adalah bahan-bahan dan bumbu racikannya. Pertama bahan dasar tahu yang digunakan bukanlah sembarang tahu melainkan tahu khusus yang didatangkan dan dibuat dari Cirebon. Tahu kulit ini rasanya tawar dan teksturnya sedikit kasar berbeda dengan tahu Sumedang.

Selain irisan tahu ada kuah sambal yang diracik dengan sejumlah bumbu seperti garam, bawang merah, bawang putih, gula merah dan cabai rawit. Kesemuanya di uleg kasar dalam wadah seperti cobek mungil dari tanah liat lalu ditambahkan air yang sudah dicampur kecap dan gula aren.

Tahu yang telah dipotong dua kemudian disiramkan oleh kuah sambal. Nah, kuah kecoklatan yang meresap dalam tahu inilah yang membuat rasanya sangat nikmat. Belom lagi sensasi pedas gerusan cabai rawit yang menyetrum lidah... wuihh dijamin bikin ketagihan. Untuk menikmatinya tahu gejrot ini tidak menggunakan sendok melainkan sebatang lidi kecil untuk menusuk tahu.

Di Jakarta tahu gejrot biasanya dijual di warung dan rumah makan gaya Cirebon dengan harga sekitar Rp 5.000,00 - Rp 7.000,00 saja. Gimana, tertarik untuk mencicipi tahu gejrot sore ini?

Sumber : http://tahugejrotcirebon.com/?idmenu=19&id=44

Makanan dan Minuman Khas Cirebon

1. Empal Gentong
Empal Gentong adalah makanan khas Cirebon sejenis soto. Cara makannya pun tak jauh beda dengan soto, yakni dimakan campur dengan lontong atau nasi. Yang membedakan dengan jenis soto lain adalah alat masaknya yang unik, yakni menggunakan gentong. Selain itu, makanan ini dimasak dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Selain alat memasaknya yang khas, empal gentong juga memiliki sambal yang punya cita rasa tersendiri. Sambal yang super pedas dan berbahan dasar cabe rawit yang dikeringkan ini membuat rasa maupun aromanya benar-benar khas dan menggugah selera makan. Empal ini berisi daging sapi, usus, dan babat disertai dengan kuah santan yang kental sehingga membuat aroma masakan semakin sedap.
Empal Gentong

Empal Gentong

2. Nasi Lengko

Meski terdiri dari bahan yang sederhana, makanan ini mengandung banyak nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Makanan khas Cirebon ini terdiri dari campuran nasi dengan tahu, tempe, mentimun, tauge, dan daun kucai (seledri). Di atas campuran itu, ditaburi bawang goreng dan disiram bumbu kacang dan kecap. Menjadi lebih enak dimakan apabila dimakan beserta krupuk. Warung nasi lengko cukup tersebar di sekeliling kota Cirebon. Selain sederhana, harga nasi lengko juga terjangkau bagi masyarakat kelas bawah

3. Nasi Jamblang
Nasi jamblang adalah nasi khas Cirebon yang pulen dan dibungkus dengan rangkapan daun jati. Selain rasa nasinya yang enak (pulen), aromanya yang khas, dan bentuknya yang unik, juga kekhasan lain dari Nasi Jamblang ini adalah sambel merahnya yang dibungkus dengan takir kecil. Lauk pauk untuk nasi ini disediakan secara bermacam-macam, ada paru goreng, sate usus, ikan asin, telor dadar, telor ceplok, daging, tempe goreng, tahu goreng, tahu masak, hati goreng, rempela goring, perkedel, dan lain-lain. Jamblang adalah nama sebuah daerah di Kabupaten Cirebon asal mula nasi ini berasal.

4. Tahu Gejrot
Tahu Gejrot adalah tahu goreng yang dipotong-potong dan dimakan di dalam piring kecil yang terbuat dari tanah merah. Potongan tahu ini diberi bumbu gula merah, bawang merah, cabe, dan sari asam. Tahu gejrot dapat diperoleh di berbagai tempat di Kota dan Kabupaten Cirebon. Tahu gejrot kebanyakan dijual dengan cara dipinggul dan berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Tahu gejrot akan terasa lebih enak manakala dimakan pada saat cuaca sedang panas atau siang hari.

5. Bubur Sop
Bubur Sop adalah bubur yang disertai kol, daun bawang, tauco, disiram dengan kuah sop yang ditaburi daging ayam suwir-suwiran dan kerupuk. Bubur ini akan terasa sangat nikmat apabila kuah sop segar. Bubur Sop biasa dimakan sebagai sarapan pagi.

6. Sate Kalong
Meski namanya sate kalong, bukan berarti sate daging kalong, melainkan sate yang dijual menjelang maghrib dan satenya terbuat dari daging kerbau. Sate ini dipercaya masyarakat sebagai makanan untuk penambah stamina.

7. Docang
Docang terbuat dari lontong yang dipadukan dengan daun singkong, toge, taburan kelapa parut, kerupuk, dan ditaburi dengan kuah yang terbuat dari dage/bumbu oncom. Dengan taburan kelapa parut asli, sayuran, dan kuah bening yang terbuat dari oncom, makanan ini terasa nikmat juga segar. Makanan ini mudah dijumpai pada hampir setiap kecamatan di Cirebon.

8. Mie Koclok
Makanan ini terbuat dari mie yang ditaburi toge, kol, dan dipadukan telor ayam, daging dengan bumbu kuah santan. Makanan ini menjadi nikmat manakala dimakan pada malam hari.

9. Kerupuk Melarat
Kerupuk Melarat adalah kerupuk yang digoreng dengan pasir, bukan minyak. Biasanya krupuk ini berbentuk lebar tak beraturan dan berwarna-warni. Proses pembuatannya tidak beda dengan krupuk pada umumnya. Terbuat dari aci (tepung). Dinamakan krupuk melarat karena digoreng tidak dengan minyak, tetapi dengan pasir.

10. Kerupuk Lambak
Kerupuk yang berwarna coklat kehitaman (warna kulit) ini terbuat dari kulit kerbau pilihan. Kerupuk ini bentuknya besar-besar dan ukurannya lebar. Dengan warna yang alami membuat rasa krupuk lambak ini sangat gurih nan nikmat.

11. Terasi Udang
Sekilas terasi ini tampak sama dengan terasi-terasi lainnya. Kekhasan terasi udang Cirebon terletak dari bahan dasar pembuatannya, yakni dari rebon atau udang kecil-kecil yang berwarna merah. Terasi Cirebon disajikan dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang dibungkus dengan plastik, ada juga dengan daun pisang tua. Terasi yang dibungkus dengan daun pisang tua terasa lebih khas, terutama bau dan rasanya. Terasi ini biasanya bahan pokok untuk pembuatan sambal terasi. Terasi ini dapat dijumpai di beberapa daerah di Cirebon.



Minuman Khas Cirebon
1. Tjanpolay
Tjanpolay adalah minuman sirup yang disajikan dalam bentuk botol. Penyajiannya sama dengan bentuk sirup lainnya. Sirup Tjampolay memiliki cita rasa tersendiri. Sirup ini memiliki rasa yang beraneka ragam, ada rasa pisang susu, lici, jeruk nipis, melon, dan strauberi membuat rasa semakin nikmat.

2. Teh Poci
Sekilas teh ini tidak berbeda dengan teh yang lain. Teh poci memiliki rasa yang sangat nikmat karena selain dari rasa teh yang alami, juga disuguhkan dengan menggunakan sejenis teko yang terbuat dari tanah liat (Poci), dan gula batu (bukan gula pasir). Teh ini sangat terasa nikmatnya manakala diminum pada pagi atau malam hari.

Sumber : http://fahmina.or.id/kecirebonan/makanan-dan-minuman-khas/683-makanan-dan-minuman-khas-cirebon-.html

Berburu Oleh-oleh Khas dari Kota Rebon


SH/bayu dwi mardana
Sonny (45) bersama Yoeng Mie Yin (73), pemilik Toko Sumber Jaya.

CIREBON – Berburu oleh-oleh khas Cirebon ternyata bisa jadi petualangan tersendiri. Di kota perbatasan antara provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah itu terdapat sentra-sentra yang menyediakan aneka buah tangan bagi para pendatang. Itu sebabnya dibutuhkan kejelian dan ketekunan untuk memilihnya.

Cirebon amat terkenal dengan beragam olahan khas pesisir, terutama berbahan dasar udang. Ini ditunjukkan dengan betapa mudahnya kita mencari aneka buah tangan, seperti terasi, kerupuk, kecap sampai abon yang terbuat dari udang maupun ikan asin. Terasi udang asal Cirebon harumnya sudah sampai ke mana-mana. Begitu pun dengan abon dari rebon (udang kecil). Alhasil terasa belum pas bila pulang tak membawa panganan itu.
Udang memang jadi andalan. Satwa laut ini telah menjadi kebanggaan kota di pesisir pantai utara Jawa itu. Warganya pun yakin udang juga menyumbang kata untuk nama kota mereka. Saking bangganya, arsitektur bangunan Balai Kota dihiasi dengan patung udang. Patung ini terdapat di bagian puncak bangunan.
”Padahal, oleh-oleh khas Cirebon tak cuma udang saja. Di toko ini, kami membaginya menjadi dua, makanan dan non-makanan,” sebut Sonny, 45, pemilik Toko Sumber Jaya, kios yang khusus menjual oleh-oleh Cirebon di Jl. Siliwangi.
Di bagian makanan, oleh-oleh kembali diklasifikasi: mentah dan matang. Kata Sonny, tak semua toko buah tangan menyediakan kedua jenis panganan itu. Ada yang mengkhususkan diri menjual mentah saja, ada pula cuma sedia matang. ”Bedanya, kami sediakan dua-duanya.” Ambil contoh, emping dan kerupuk.
Untuk olahan bahari, makanan khas Cirebon sebetulnya tak terpaku pada olahan udang. Buktinya, kita bisa dengan mudah memilih ikan asin jambal roti, ikan bilis kering, ikan kakap kering, ikan bulu ayam, star fish dan lainnya. ”Semuanya memang dikeringkan supaya tahan lama dan bisa dibawa kemana-mana,” ujar Sonny dengan ramah.
Bila dibiarkan dalam bentuk basah, hasil laut itu sudah pasti cepat membusuk. Tentu saja, ini tak bisa memenuhi syarat buah tangan yang mudah dibawa dan awet. ”Usaha ini dimulai secara sederhana, kita coba kreatif. Daripada dijual basah tapi nggak tahan lama dan cuma dibuang, kenapa nggak dibuat bentuk kering,” papar perempuan perokok berat itu.
Ia mengaku usaha ini dimulai oleh ibunya, Yoeng Mie Yin (73) pada 1979. Saat itu, tempat mereka berjualan belum sebesar sekarang, cuma sebuah toko berukuran 5 x 7 meter. Waktu itu toko ini ada di Pasar Pagi Cirebon, tempat ini memang dikenal sebagai pusat oleh-oleh.
Pada 1988, toko Sumber Jaya pindah. Mereka menempati toko baru di Jl. Siliwangi. Ini jalan utama yang selalu ramai. Sebab jalur ini yang menghubungkan Balai Kota dan Alun-alun Kejaksan dengan daerah lain. Perpindahan ini makin pas sebab di sepanjang jalan ini hotel-hotel pun tumbuh subur. Kelancaran usaha mereka terbukti dengan tiga cabang yang dimiliki. ”Tapi yang dua itu beda manajemen. Yang ngurus adik saya,” jelas Sonny tersenyum.

Bervariasi
Soal harga, lanjut Sonny, bervariasi. Tiap produk dibanderol sesuai dengan mutu dan kandungan bahan baku. Makin gurih dan makin banyak bahan baku yang dipakai tentu saja harganya bakal menguras kantong. Agar seluruh segmen pasar tercapai, toko Sumber Jaya memilih untuk menyediakan beragam harga, sesuai dengan kualitas.
Lihat saja, pada harga yang ditawarkan untuk oleh-oleh terasi udang. Mau cari harga sepuluh ribu-an sampai seratus ribu pun tersedia. Star fish kering dijual dari Rp 45.000 – Rp 90.000 per kilogram. Kerupuk udang ukuran 250 gram, antara Rp 4.500 sampai Rp 12.500.
Selain makanan ala bahari, juga ada manisan. Panganan ini tersedia dari yang fresh sampai bentuk kering. Manisan mangga daging dengan kualitas super bisa dibawa pulang dengan harga, Rp 55.000 per kilogram. Selain enak, manisan ini dijamin tak hancur dalam waktu 9 bulan. ”Total kering dan tanpa pengawet,” tukas Sonny tanpa bermaksud promosi.
Anda pun bisa membawa sirup Campolai. Sirup yang menggunakan bahan dasar gula batu ini memberikan cita rasa alami yang berbeda dengan sirup lainnya. Sirup ini cukup mendapat tempat para pemburu oleh-oleh.
Khas yang tak kalah menggoda adalah teh, rengginang, hingga kerupuk melarat. Makanan khas tersebut tidak semata dari Cirebon, tetapi juga perpaduan dari daerah sekitar, seperti dari Plered, Indramayu, dan Kuningan. Bahkan ada beberapa modifikasi menarik yang dibuat dengan menggunakan bahan sama.
Sebenarnya makanan tersebut lebih dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Namun, berkat penanganan yang piawai, seperti rasa dan penyajiannya, makanan ini pun dapat dirasakan setiap kalangan.

Non-Makanan
Untuk oleh-oleh non-makanan, kita bisa memilih beragam produk, seperti batik trusmi, poci (tempat menyeduh teh), gerabah, lukisan kaca, lukisan batu alam, dan masih banyak lagi. Sejak lama Cirebon sudah dikenal dengan kerajinan tangan yang khas. Tak heran bila di sekitar Cirebon muncul berbagai sentra kerajinan rakyat.
Menurut para ahli sejarah, kemunculan sentra-sentra tersebut tak terlepas dari upaya penyebaran agama Islam pada masa Sunan Gunungjati sekitar 500 tahun silam. Para pengikut setia Sunan Gunungjati mengajarkan berbagai kerajinan tangan untuk menarik minat masyarakat saat itu memeluk agama Islam.
Misalnya saja, Ki Tegalmantra yang mengajarkan anyam-anyaman kepada masyarakat Cirebon bagian barat sambil berdakwah menyebarkan Islam. Keterampilan ini terus berlanjut turun-temurun, melewati beberapa generasi.
Sampai sekarang penduduk Desa Tegalmantra dan Tegalwangi (tempat Ki Tegalmantra menyebarkan agama Islam) dikenal sebagai sentra industri kerajinan rotan terbesar di Jawa. Sedangkan makam Ki Tegalmantra masih terpelihara dengan baik.
Sementara itu Pangeran Kejaksaan dan Ki Bekila yang memiliki keterampilan membuat benda-benda dari besi, menyebarkan agama Islam di sekitar Desa Jemaras Kecamatan Klangenan. Sampai sekarang keterampilan membuat barang-barang dari besi seperti pacul, golok, dan pisau, masih dilanjutkan penduduk setempat.
Penyebaran Islam juga ikut mempengaruhi setiap motif hias kerajinan tangan, baik ukir kayu, batik maupun gerabah, didominasi motif hias flora seperti bunga melati dan sulur kangkung maupun yang dipengaruhi budaya Cina seperti wadasan (batu karang) dan mega mendung. Sedangkan motif hias fauna, tidak terdapat dalam berbagai kerajinan Cirebon karena sebaiknya dihindari sesuai ajaran Islam.
Di Desa Trusmi, Kabupaten Cirebon – sekitar 5 kilometer dari pusat kota, kita bisa membeli aneka batik khas Cirebon. Batik Cirebon termasuk batik pesisir yang mempunyai corak dan motif tersendiri. Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.
Batik dari desa Trusmi telah menyebar ke mana-mana. Pangsa pasarnya bukan lagi lokal tetapi sudah merambah mancannegara. Tak heran bila batik dari desa ini lebih dikenal dengan nama Batik Trusmi. Di sini, banyak toko yang khusus menjual Batik Trusmi.
Kerajinan rotan bisa ditemui di Tegalwangi, Kecamatan Plumbon. Aneka bentuk dan desain rotan dapat Anda pilih-pilih sendiri. Di desa Bobos, Sumber terdapat kerajinan tangan lukisan dari batu alam. Bila mengambil jalur ke Jakarta/Bandung lewat Majalengka, Anda akan melewati desa ini. Nah, asyik kan?


Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata/2003/1201/wis01.html

Selasa, 16 Maret 2010

Farah Quinn ; Cirebon Mempunyai Makanan Unik

Kota yang menarik dengan makanan khasnya

Mau coba makanan unik ala kota Udang? Silahkan berkunjung ke Cirebon dan nikmati keindahan kotanya sambil wisata kuliner

Cirebon, Kabarindo - Siapa yang tak kenal dengan makanan khas cirebon seperti Nasi Jamblang, Nasi Lengko dan Empal Gentong yang begitu menggugah dan merangsang selera makan anda untuk mencicipinya. Ke tiga makanan khas Cirebon tersebut masing-masing mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri.

Nasi Jamblang misalnya, makanan yang satu ini di sajikan dengan menggunakan daun jati sebagai pembungkusnya sekaligus bisa di nikmati di atas daun jati tersebut. Dengan sajian lauk-pauk ala parasmanan yang tersaji, pengunjung bisa mengambil langsung lauk-pauk mana yang di suka.

Sementara nasi lengko adalah makanan yang sangat sederhana karena makanan yang satu ini di sajikan seperti makanan pada umumnya yakni menggunakan piring, hanya saja yang membuatnya berbeda adalah lauknya yang hanya terdiri dari tempe dan tahu goreng yang di potong dadu kemudian di tambahkan touge, irisan timun dan di berikan kecap secukupnya. Tentunya yang membuat makanan ini bertambah nikmat dan menjadi legenda adalah dengan bumbu kacang yang begitu sempurna di lidah. Ada juga sebagian orang yang menikmati nasi lengko ini dengan sate kambing muda.

Untuk makanan yang satu ini banyak sekali mengundang rasa penasaran orang yang ingin mencicipinya yaitu Empal Gentong. "Aku sangat terkesan dengan empal Gentong karena racikan bumbunya sangat unik dan di tambah lagi dengan cara memasaknya yang menggunakan gentong besar serta dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Pertama aku mencoba empal gentong ini, aku langsung kagum dengan rasanya yang begitu fantastik. Dari rasanya begitu luar bisa, aku sendiri belum tentu bisa membuat empal gentong dengan rasa khas seperti ini. Banyak sudah makanan yang aku coba dan aku buat tapi benar-benar, empal gentong sangat-sangat berbeda dengan makanan yang pernah aku makan dan aku buat sebelumnya," tutur Cheaf Cantik Farah Quinn seorang gadis berdarah Palembang.

Farah sendiri mengaku sudah tiga kali mampir di kota Cirebon."Cirebon adalah salah satu kota yang aku suka. Mulai dari masakannya sampai dengan masyarakatnya yang ramah. Aku juga sempat singgah di beberapa tempat wisata di Cirebon seperti Gua Syunyaragi yang terdapat seperti ada candi-candi yang menjadi ciri khas motif batik cirebonan kemudian aku juga sempat singgah di Kraton kesepuhan dan beberapa tempat lainya. Cirebon sendiri buat aku adalah sebuah kota kecil yang menarik untuk di kunjungi,"tambah Farah.

Cirebon merupakan salah satu kota wali yang sering di kunjungi oleh wisata asing dan Domestik. Banyak para wisatawan mengunjungi Keraton kesepuhan, keraton kanoman dan berziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Berwisata dengan ongkos murah? Ya ke Cirebon aja.......

sumber : http://www.kabarindo.com/?act=dnews&no=4343

Sega Jamblang, Makanan Khas Cirebon

Ridwan Pamungkas
17/10/2009 07:55
Liputan6.com, Cirebon: Soal makanan, Cirebon tidak hanya terkenal dengan empal gentong saja. Kota yang berada di ujung timur Jawa Barat ini juga memiliki makanan khas lainnya, yaitu sega jamblang. Keunikan sega jamblang adalah nasinya yang dibungkus kecil-kecil dengan daun jati. Ini memang telah menjadi kebiasaan para pedagangnya. Karena, rasa yang dihasilkan berbeda bila dibungkus dengan daun pisang atau lainnya. Ini mungkin karena daun jati mempunyai pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya dan tetap terasa pulen.

Penyajiannya bersifat prasmanan serta lauknya beraneka ragam. Mulai dari sambal goreng, tahu sayur. daging, perkedel, hingga blekutak. yakni sejenis cumi cumi. Peminat makanan ini hampir dari semua kalangan dan usia. Baik pendatang maupun warga asli Cirebon tidak akan bosan menikmati sega jamblang. Apalagi harganya relatif murah dan bisa membuat perut kenyang.

Jamblang diambil dari nama desa di sebelah barat Kota Cirebon, tempat asal pedagang makanan ini. Sega jamblang adalah makanan yang diperuntukkan bagi para pekerja paksa yang tengah membangun Jalan Raya Daendels. Maklum, jika hampir di seluruh kota dan pelosok Kabpaten Cirebon dapat dengan mudah dijumpai pedagang sega jamblang ini.

sumber : http://berita.liputan6.com/sosbud/200910/247766/Sega.Jamblang.Makanan.Khas.Cirebon